
Beberapa hari ini murupakan hari yang sangat menyedihkan bagi pasar cryptocurrency diseluruh dunia. Tiga hari terakhir pasar crypto diguyur hujan merah dengan deras, banyak orang mungkin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa semua pasar crypto mengalami penurunan secara signifikan beberapa hari ini. Tentunya hal ini membuat sikologis trader menjadi kacau dan mungkin menimbulkan kehawatiran akan mimpi buruk tahun 2018 terjadi lagi, tetapi kali ini saya akan memberikan spekulasi dan analisa saya tentang tren bearis ini dan saya haarap ini dapat membantu meringankan sikologis para trader Hahaha.
Hasil analisa saya menyimpulkan bahwa tren bearis ini disebabkan oleh 4 Faktor utama yaitu :
1. Pengerebekan Polisi Korea Selatan Terhadap Bithumb
Dilansir dari mendia Seoul Shinmun, Dilaporkan Pihak kepolisian intelejen Metropolitan Seoul melakukan penyelidikan, pencarian, dan penyelidikan di kantor Bithumb di pada 2 September lalu. Penyelidikan itu menyeret pemimpin Bitbumb Lee Jung Hoon, karena kasus dugaan penipuan yang melibatkan token crypto (BXA) dan konon token tersebut di token asli Bithumb yang menyebabkan kerugian sekitar $25 bagi investor. Selain itu, bursa Coinbit juga diperiksa tetapi kasusnya belum diketahui.
Tentunya ini sangat disayangkan mengingat Bithumb merupakan bursa terbesar di Korea Selatan dan 10 besar dunia "menurut kapasitas pasar CMC", Harga cryptocurrency juga dapat dipengaruhi faktor fundamental sehingga jika ada kejadian/berita buruk maka harga crypto juga kemungkinan besar akan turun.
2. Biaya Gas Ethereum yang sangat Gila
Belakangan ini biaya transaksi/ gas fee di jaringan ethereum terbilang sangat mahal dan tidak masuk akal, hal ini disebabkan oleh overloadnya jaringan ethereum. Akibatnya banyak bursa yang melakukan penyesuaikan (menaikan) free withdraw ETH, USDT, USDC dan mungkin token lain untuk mengimbangi jaringan ethereum agar tetap nyaman digunakan.
Kenaikan gasfee ini menimbulkan harga ethereum mengalami penurunan (meskipun diawal awal mengalami kenaikan signifikan) hal ini juga berimbas pada penurunan harga coin DeFi yang berbasis Ethereum.
3. Penjualan Bitcoin sekala besar & Indeks Dollar AS yang mulai pulih dari asrea support
Menurut beberapa pakar analis, penjualan Bitcoin (BTC) dalam jumlah besar dalam waktu singkat turut andil dalam tren penurunan harga Cryptocurrency, dan hal ini juga diperkirakan akan membuat harga Bitcoin mengalami penurunan hingga beberapa hari kedepan.
Selain itu Indeks Dollar AS yang mulai pulih dari asre support tahunanya (12000 USD) juga turut serta dalam penyebab tren bearish, beberapa analis berharap harga 10000 USD dapat menjadi Level Support baru agar harga Bitcoin kembali Naik.
4. Serangan 51% Ethereum Clasic (ETC)
pada tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus Eethereum Clasic mengalami duakali serangan 50%, sipelaku melakukan double spend dan diperkirakan berhasil mencuri 800 Ribu ETC. Menurut CoinDesk, mingpool Ethermine, Bitfly dan Binance melaporkan adanya reorganisasi dan atas kasus ini beberapa bursa menangguhkan proses withdraw atau menaikan jumlah konfirmasi withdraw menjadi 50000 konfirmasi dengan estimasi sekitar 8 hari.
Kesimpulan
Kelima faktor diatas tentunya membuat pasar cryptocurrencyberguncang hebat dan menyebabkan hujan merah yang munkin akan terjadi dalam beberapa hari. tetapi meski begitu, beberapa berita seperti peluncuran Ethereum V2.0 (meski bulum ada tanggal pasti) yang menurut beberapa pakar dapat membuat harga crypto Ethereum dan token erc-20 serta token DeFi berbasis Eethereum akan mengalami peningkatan harga yang signifikan.
baca Untuk Versi Inggris
Sumber