Umumnya starup crypto mencari dana untuk pengembangan proyek mereka dari penjualan token mereka, Penjualan token umumnya dilakukan dalam tiga metode, Yaitu ICO, IEO dan, STO serta Mungkin anda familiar dengan ketiga metode tersebut tetapi tidak tahu maksudnya. Nah berikut adalah penjelasan dari ketiga metode tersebut.


ICO
Initial Coin Offering atau ICO, merupakan salah satu jenis crowdfunding menggunakan cryptocurrency untuk menggalang dana. ICO merupakan cara paling populer untuk mendapat dana dari investor untuk mengembangkan proyek, dan investor yang ingin mendanai proyek crypto mendapat coin buatan mereka.

Sebuah proyek umumnya membuat situs ICO mereka sendiri yang berisikan detail-detail proyek, coin, roadmap, tim, whitepaper, dan cara membeli coin mereka serta detail keuntungan bagi investor. Calon investor umumnya dapat membeli coin mereka dengan crypto Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin serta ada juga yang dapat dibeli dengan fiat. Setelah ICO berakhir, token/coin akan dirilis kepasar (bursa pertukaran crypto) dengan harga awal yang sudah ditentukan.
Proyek yang dibuat untuk jangka panjang, harga coinya akan meningkat dengan seiring berjalannya waktu. Namun, coin yang  proyek yang dibuat untuk keuntungan jangka pendek, umumnya harga coin akan hype diawal perilisan kepasar dan akan menurut secara drastis dan akan kesulitan untuk naik lagi. Maka dari itu, sangat penting melakukan riset agar investasi anda tepat sasaran.

IEO
Initial Exchange Offering atau IEO merupakan penjual coin perdana yang dilakukan platform pertukaran "umumnya diberinama LaunchPad". Jika ICO dikelola secara mandiri, maka IEO dikelola oleh bursa pertukaran crypto atas nama Starup yang menjual token mereka.
IEO memiliki banyak keuntungan dan manfat bagi semua orang yang terlibat. Proyek akan mendapatkan manfaat dan kontribusi dari basis pengguna bursa crypto dan memastikan listing pada bursa tertentu. Selain itu, bursa cryptoa akan meneliti sendiri proyek IEO yang akan mereka terima, sehingga akan memberikan kepercayaan serta keamanan pada investor.

STO
Security Token Offering atau STO merupakan token keamanan yang mewakili kontrak investasi dalam berbagai aset seperti crypto, saham, dan obligasi. STO dianggap pengabungan dari ICO dan IPO, karena STO mewakili informasi kepemilikan investasi yang dicatat dalam blockchain.
Untuk berbagai alasan ,STO banyak dilarang diberbagai negara. Tetapi, STO dianggap memiliki resiko yang rendah, karena STO harus mematuhi uandang-undang sekuritas. Selain itu, STO dibackup dengan aset nyata "seperti fiat" yang membuatnya lebih mudah untuk bernilai, karena harga STO umumnya tidak jauh dari aset nyata yang mendukungnya.

Kesimpulan
ICO, IEO, dan STO, memiliki dasar yang sama, yaitu melakukan penjualan token perdana. Namun ketiga metode diatas memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing, dan perlu anda ketahui bahwa industri crypto memiliki jumlah risiko yang tinggi. Sangat penting untuk melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.